Simulasi Quran Braille (Hijaiyah)

Menjawab rasa penasaran: "Bagaimana bentuk huruf Arab jika diraba?" Alat ini mengonversi teks Arab standar menjadi pola Braille.

Fakta Unik: Arab Braille Dibaca dari Kiri ke Kanan!

Banyak orang awas terkejut ketika mengetahui fakta ini. Kita tahu bahwa tulisan Arab visual ditulis dan dibaca dari Kanan ke Kiri (Right-to-Left). Namun, ketika dikonversi menjadi Braille, arah bacanya berubah menjadi Kiri ke Kanan (Left-to-Right).

1. Mengapa Bisa Begitu?

Sistem Braille diciptakan oleh Louis Braille berbasis huruf Latin yang linear (kiri-kanan). Ketika sistem ini diadopsi ke dalam bahasa Arab (Hijaiyah) pada konferensi UNESCO tahun 1951, para ahli memutuskan untuk mempertahankan logika urutan titik Braille agar universal.

Jika Braille Arab dibalik menjadi kanan-ke-kiri, maka penomoran titik (1-2-3, 4-5-6) akan terbalik dan membingungkan tunanetra yang juga mempelajari huruf Latin/Inggris. Oleh karena itu, Al-Quran Braille secara fisik dibaca dengan gerakan jari dari kiri ke kanan, meskipun itu adalah bahasa Arab.

2. Kode Titik Hijaiyah (Arabic Braille)

Sistem ini memetakan huruf Arab ke pola Braille yang bunyinya (fonetik) paling mirip dengan huruf Latin/Eropa. Contoh:

Standarisasi ini memudahkan tunanetra di seluruh dunia untuk mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa kedua.

Dukung Aksesibilitas Ibadah (CSR Program)

Ingin menjadikan masjid perusahaan atau fasilitas umum Anda ramah tunanetra dengan menyediakan Al-Quran Braille dan jalur pemandu?

Layanan Konsultasi Disabilitas.com siap membantu perusahaan Anda dalam program CSR atau pengadaan fasilitas inklusif yang tepat sasaran.


Hubungi Konsultan CSR & Fasilitas →