Simulasi Bahasa Isyarat (Abjad Jari)
Ketik kata atau nama Anda di bawah ini, dan lihat bagaimana menerjemahkannya ke dalam gerakan tangan (Fingerspelling).
Hasil Terjemahan Isyarat:
Silakan ketik sesuatu di kolom atas...
Belajar Bahasa Isyarat: Gerbang Menuju Dunia Inklusif
Simulator Abjad Jari (Fingerspelling) di atas adalah langkah awal untuk mengenal komunikasi Tuli. Namun, bahasa isyarat lebih dalam daripada sekadar mengeja huruf per huruf.
1. Konsep "Bahasa Ibu" bagi Tuli
Banyak masyarakat awam salah paham, mengira bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa pertama orang Tuli. Faktanya:
- Bahasa Ibu (First Language): Bagi Tuli, bahasa ibu mereka adalah Bahasa Isyarat (Visual). Otak mereka memproses informasi melalui gambar dan gerakan, bukan suara.
- Bahasa Kedua (Second Language): Bahasa Indonesia (lisan/tulisan) bagi Tuli adalah Bahasa Asing. Mereka harus mempelajarinya seperti orang Indonesia belajar Bahasa Inggris (menghafal kosakata dan tata bahasa yang berbeda struktur).
Inilah mengapa dalam komunikasi sehari-hari (BISINDO), struktur kalimatnya seringkali berbeda dengan Bahasa Indonesia baku (SPOK), karena mengikuti logika visual.
2. BISINDO vs SIBI: Mana yang Harus Dipilih?
Memahami konsep di atas membantu kita menempatkan penggunaan BISINDO dan SIBI secara proporsional:
- BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia): Adalah bahasa alami komunitas. Gunakan ini untuk komunikasi sosial agar obrolan terasa cair, akrab, dan cepat (tanpa harus menerjemahkan setiap imbuhan).
- SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia): Adalah sistem tata bahasa visual buatan. Gunakan ini di ranah akademis (sekolah) untuk membantu siswa Tuli memahami struktur tata bahasa Indonesia (seperti penggunaan awalan me-, ber-, akhiran -kan) dalam ujian tulis.
3. Etika Berkomunikasi dengan Teman Tuli
Bahasa isyarat bukan hanya soal tangan, tapi juga budaya (Deaf Culture). Berikut tips dasar:
- Kontak Mata Wajib: Jangan memutus kontak mata saat teman Tuli sedang "berbicara" (mengisyarat). Memalingkan muka dianggap tidak sopan (seperti menutup telinga saat orang bicara).
- Menarik Perhatian: Tepuk bahu pelan atau lambaikan tangan untuk memanggil. Jangan melempar barang.
- Pencahayaan: Pastikan wajah Anda terkena cahaya cukup agar ekspresi dan gerak bibir terlihat jelas.
Ingin Belajar Langsung dari Guru Tuli?
Simulator ini hanya alat bantu visual. Untuk menguasai ekspresi wajah dan gramatika isyarat yang sesungguhnya, Anda perlu berinteraksi dengan penutur asli.
Kartunet dan mitra komunitas kami sering membuka kelas bahasa isyarat untuk umum dan perusahaan (In-House Training).